Manusia dan Harapan

Pengertian Harapan

Harapan adalah keyakinan emosional pada kemungkinan hasil positif yang berhubungan dengan kejadian dan keadaan hidup. Harapan membutuhkan tingkat ketekunan yaitu percaya bahwa sesuatu itu mungkin terjadi bahkan ketika ada indikasi sebaliknya. Rasa keyakinan dalam pengertian ini sangat dekat dengan makna yang diberikan kepada iman. Harapan merupakan keadaan emosional yang timbul karena adanya rasa kepercayaan pada hasil yang positif berkaitan dengan kejadian dan keadaan dalam kehidupan seseorang.

Harapan dan cita-cita sama-sama mengandung arti keinginan atau impian dari dalam diri yang bersangkutan dengan masa depan. Tetapi, Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.

Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik ataumeningkat.

Contohnya adalah ada seorang pemuda yang berharap memiliki sebuah perusahaan agar dapat membahagiakan kedua orang tuanya. Dengan harapannya tersebut pemuda tersebut selalu bekerja keras dan selalu rajin untuk belajar. Ketika dia ingin menyerah, harapannya tersebut selalu menyemangatinya untuk selalu maju tanpa mengeluh. Dan akhirnya pemuda tersebut telah memiliki beberapa perusahaan di bidang properti rumah.

Apa Sebab Manusia Memiliki Harapan

Penyebab yang paling sederhana adalah mereka ingin membahagiakan dirinya dan juga orang-orang yang dia sayangi dan kasihi.

Pengertian Doa

Doa bererti memohon atau meminta sesuatu yang baik daripada Allah s.w.t yang Maha Pemurah. Allah s.w.t. menyuruh orang-orang Islam berdoa atau meminta sesuatu kepada-Nya. Doa itu berbagai macam seperti :

  1. Doa Kedua Orang Tua
  2. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat
  3. Doa memohon keturunan
  4. Doa memohon jodoh
  5. Doa sehari-hari
  6. Dll

 

Sebagai contoh kecilnya adalah sebagai berikut :

Do’a Sebelum Makan

Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtana wa qinaa ‘adzaa-bannaari Bismillahirrahmaaniraahiimi.

Artinya : Ya Allah berkahilah kami dalam rezki yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa neraka. Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (HR. Ibnu as-Sani)

Kepercayaan

Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 1993).

Menurut Rousseau et al (1998), kepercayaan adalah wilayah psikologis yang merupakan perhatian untuk menerima apa adanya berdasarkan harapan terhadap perilaku yang baik dari orang lain. Menurut Ba dan Pavlou (2002) mendefinisikan kepercayaan sebagai penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang penuh ketidakpastian. Kepercayaan terjadi ketika seseorang yakin dengan reliabilitas dan integritas dari orang yang dipercaya (Morgan & Hunt, 1994).

3 teori Kebenaran

1.      Teori Kebenaran Korespondensi

Teori ini dikenal sebagai salah satu teori kebenaran tradisional atau teori yang paling tua.

2.      Teori Kebenaran Koherensi

Teori ini juga termasuk dalam katagori teori tradisional yang dibangun oleh para pemiir rationalis seperti Leibniz, Sinoza, Hegel, dan Bradley.

3.      Teori Kebenaran Pragmatis

Termasuk juga sebagai teori tradisional, paham pragnatis sesungguhnya merupakan pandangan filafat kontenporer yang berkembang pada akhir abad XIX dan awal abad XX oleh tiga filusuf Amaerika, yaitu C.S. Pierce, Wiliam James dan John Dewey.

Kepercayaan dan Usaha untuk Meningkatkannya

Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

1. Kepercayaan pada diri sendiri 
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya.

2. Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.

3. Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof. Ir. Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati. Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang mempunyai arti hanya dalam masyarakat, dan negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara : manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator).

4. Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya.
Berbagaiusahadilakukan manusiauntukmeningkatkan rasapercayakepadaTuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan.

 

Sebagai makhluk Tuhan kita pastinya harus percaya akan kebesarannya, dan bagaimana cara meningkatkannya? Menurut saya pribadi sihh, jika kita ingin meningkatkan kepercayaan terhadap tuhan dapat dilakukan sebagai berikut :

  1. Kita pasti yakin kan jika semua yang ada di jagad raya ini adalah ciptaannya. Coba kita berjalan-jalan menikmati pemandangan yang amat sangat indah ini. Kita senantiasa akan selalu mengingat betapa kuasanya Allah SWT. Menciptakan pemandangan yang begitu indah nian.
  2. Lihatlah setiap orang-orang yang berlalu lalang. Setiap orang yang ada di dunia ini pastinya memiliki sifat yang berbeda-beda, walaupun kembar identik. Betapa Hebatnya Allah SWT menciptakan sifat-sifat manusia. Dll.

Wah kalo disebutin satu persatu pastinya tidak akan pernah ada habisnya maka dari itu saking kuasanya Allah SWT, semakin membuat kita merasa takjub dan menambah keyakinan kita semua.

Sumber :

http://triautisman.blogspot.com/2012/06/pengertian-harapan.html

http://kumpulandoa-doasehari-hari.blogspot.com/2010/07/contoh-doa-doa-harian.html

http://www.netfision.com/demo/kiosk/doa_erti.html

http://satyaariyono.wordpress.com/2012/06/24/kepercayaan/

http://cynthia-octavianti92.blogspot.com/2011/05/berbagai-kepercayaan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s