Kebutuhan Berafiliasi dan Keterbukaan Diri Pada Remaja Pengguna Facebook

Assalamualaikum,, (hehehe tumben yee pake salam🙂 )

Kali ini postingan Rahma tentang tugas Softskill yang buat akhir tahun loohh. Tugasnya sengaja baru Rahma kerjain sekarang soalnya kan kemaren sibuk-sibuknya UTS, dan alhamdulillah kemaren baru aja kelar. [etdah nih sii rahma kenape jadi curcol yee -,-).

Kita lanjut aja ya ngebahas judul yang ada diatas. Sesuai dengan yang diatas Rahma mau sharing tentang jurnal yang baca, nah judulnya itu “Kebutuhan berafiliasi dan keterbukaan diri pada remaja pengguna Facebook”. Entah mengapa rahma suka sama judulnya.

Sebelum kita membahas isi dari jurnal tersebut. Mari kita mendeskripsikan arti dari afiliasi adalah pertalian sebagai anggota atau cabang; perhubungan: beberapa universitas di negeri ini mempunyai — dengan universitas atau perguruan tinggi di luar negeri; 2 bentuk kerja sama antara dua lembaga pendidikan, biasanya yang satu lebih besar dari yg lain, tetapi masing-masing berdiri sendiri; bantuan yg diberikan oleh lembaga yg lebih besar dl bentuk personel, peralatan, atau fasilitas pendidikan;

ber·a·fi·li·a·si v mempunyai pertalian dan berhubungan sebagai anggota atau cabang: organisasi pemuda itu sama sekali tidak dengan partai politik itu ( KBBI edisi ke-3; 11). Kita sebagai makhluk sosial mempunyai kebutuhan ber-afiliasi ini.

Kebutuhan ber-afiliasi itu sangat penting loh wankau, apalagi sebagai remaja yang lagi mencari identitas diri. Remaja kan masa-masanya pengen diperhatiin, mereka ingin mengetahui bagaimana pandangan orang lain tentang dia. Nah, seringkali media social lah yang sering digandrungi sama remaja terutama facebook. Pasti banyak dong dari kita yang secara terang-terangan buat status yang sesuai dengan keadaan kita saat ini, perasaan, dan aktivitas. Selain status remaja juga seringkali berinteraksi dengan teman-temannya melalui facebook seperti chatroom, group sesama hobi, mengomentari status teman yang lain. Selain itu juga mengganti poto profil ini juga termasuk dari keterbukaan diri.

Keterbukaan Diri ini kebanyakan terjadi pada remaja putri looh (ini dari jurnal yang aku baca). Tapi sepertinya memang benar deh soalnya kan perempuan seringkali maunya diperhatiin gitu hehehe. Dan rasa pertemanan dalam diri perempuan itu kuat banget guys, mereka kan menggunakan perasaan gituuh >,< . Maka dari itu kebutuhan berafiliasinya tinggi banget. Dan kebanyakan dari remaja laki-laki berinteraksi dengan teman-temannya lebih ke hobi mereka yang sama.

Teman-teman memang kebutuhan berafiliasi penting tapi kita juga harus mempunyai batasan-batasan privasi  yang harus kita jaga yaa. Dan juga Kegiatannya harus yang positif baik untuk kita dan baik untuk orang lain. Soalnya kan lagi marak-maraknya kasus penculikan akibat perkenalan-perkenalan lewat media social.

Oiya sebenernya kan tugasnya disini cuman ngomentarin jurnal yaa hahaha kenapa jadi rahma bikin artikel sendiri -,- hahaha biarin deh. oiya wankau kalo kalian mau baca jurnalnya bisa download di e-jurnal gunadarma ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s