Young Adulthood (Dewasa Awal)

Masa Dewasa Awal (Young Adulthood)

Image

Dimulainya kedewasaan tidak ditandai oleh kriteria eksternal, tetapi oleh indikator internal seperti otonomi, kontrol diri, dan tanggungjawab pribadi. Laki-laki yang telah dewasa, setelah lulus SMA dengan prosedur yang singkat bisa memperoleh pekerjaan tetap, menikah dan membangun keluarga. Bagi perempuan muda, jalur utama menuju kedewasaan adalah pernikahan yang terjadi setelah ia menemukan pasangan yang cocok.

Perkembangan fisik

Dewasa awal ini berada dalam kondisi fisik yang prima, kebanyakan berada di puncak kesehatan, kekuatan, energi, dan daya tahan. Ketajaman penglihatan yang paling menonjol pada usia 20 – 40 tahun; pengecapan, pembauan, serta sensitivitas terhadap rasa sakit dan suhu umumnya tetap bertahan hinggal paling tidak usia 45 tahun.

Pada masa dewasa awaldasar fungsi fisik yang permanen diletakkan. Kesehatan dipengaruhi sebagian oleh gen , tetapi faktor tingkah laku sangat berkontribusi terhadap kesehatan serta kesejahteraan dimasa sekarang dan mendatang.

Berbagai gangguan genetika dari obesitas hingga berbagai kanker tertentu  hingga kesehatan mental seperti alkoholisme dan depresi merupakan pengaruh genetika terhadap kesehatan pada masa ini. HIV/AIDS merupakan pembunuh teratas pada dewasa awal. Aterosklerosis merupakan penyempitan pembulu arteri yang akan membuat resiko kolesterol dalam darah.

Terdapat tindakan-tindakan pencegahan dari angguan genetika. Seperti halnya kanker yang dapat kita deteksi dengan papsmears. Dan kolesterol dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat seperti diet dan kontrol berat badan.

Kebiasaan makan memainkan peranan yang penting penting dalam penyakit jantung. Orang yang memakan bervariasi buah dan sayur, terutama yang kaya akan karotenoid memiliki resiko kecil untuk mengidap penyakit jantung dan stroke akan tetapi tidak untuk penyakit kanker. Mengendalikan kolesterol melalui diet dan bila perlu, melakukan pengobatan dapat secara signifikan mengurangi resiko ini. Diet ketat terhadap lemak hewan, daging merah.

Obesitas merupakan epidemik mendunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Peningkatan cemilan dan makanan cepat saji yang murah dengan porsi besar, diet dengan lemak tinggi, reaksi tanpa aktivitas(menonton tv dan menggunakan komputer), teknologi yang menghemat tenaga. Tidur yang kurang menyebabkan kelelahan, kekurangan tidur ini menyebabkan bahaya dijalan dan menyebabkan kecelakaan yang fatal. Merokok juga masih menjadi resiko kematian yang cukup tinggi di AS. Merokok dapat menyebabkan kanker dan stroke, bronkhitis, emfisema serta osteoporosis. Resiko penyakit juga bukan hanya untuk para perokok aktif tetapi juga para perokok pasif. Masyarakat AS merupakan masyarakat peminum berat. Peminum ringan hingga sedang dapat berakibat penyakit jantung dan stroek dan juga pikiun diusia lanjut. Sedangkan peminum bertak dapat berakibat  gangguan hati, gangguan pankreas, dan juga kanker. Penggunaan dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang berakibat kehilangan memori dan dapat merusak kondisi kognitif.

Isu-isu seksual dan reproduksi

Sindrom pra-menstruasi (PMS) adalah gangguan yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik dan ketegangan emosional selama dua minggu sebelum periode haid. Gejalanya mencakup keletihan, sakit kepala, pembengkakan atau pelembutan payudara, mual, kejang, konstipasi, ngidam makanan, berat badan bertambah, kecemasan, mudah marah, suasana hati yang berubah-ubah, sering menangis, dan kesulitan berkonsentrasi dan mengingat.

Penyakit menular sexual bisa disebabkan oleh seks bebas. AIDS adalah suatu penakit menular seksual yang disebabkan oleh virus, human immunodeficiency virus (HIV), yang menghancurkan systemketahanan tubuh. Setelah terjangkit HIV, individu akan menjadi rentanterhadap kuman yang biasanya dapat dihancurkan oleh system kekebalantubuh yang normal. HIV pertama kali dikenal di Amerika Serikat pada tahun1981. AIDS merupakan menjadi penyebab kematian tertinggi bagi mereka yang berusia 25 – 44 tahun.

Kemandulan dapat membebani perkawinan secara emosional, kemandulan berhunbungan dengan distess psikologi jangka panjang bila mengarah pada kemungkinan tidak memiliki anak. Pada laki-laki penyebab kemandulan adalah produksi sperma yang terlalu sedikit. Pada perempuan penyebab kemandulan adalah kegagalan menghasilkan ovum.

Perkembangan Kognitif

Berpikir reflektif merupakan jenis berpikir logis yang muncul pada masa dewasa, melibatkan evaluasi terhadap informasi dan keyakinan secara berkesinambung dan aktif dengan mempertimbangkan bukti dan implikasi. Pemikiran postformal merupakan jenis berpikir matang yang bergantung pada pengalaman subjektif dan intuisi serta logika, berguna dalam menghadap ambiguitas, ketidak pastian, inkosisten, kontradiksi, ketidak sempurnaan, dan kompromi. Pemikiran postformal (Jan Sinontt) memiliki kriteria sebagai berikut:
a)      Shifting gears Mampu mengalihkan antara penalaran abstrak dan praktis.

b)      Problem definition Mampu mendefinisikan masalah.

c)      Process product shift Mampu menyelesaikan masalah baik melalui proses umum lewat permaslahannya yang hamper sama maupun melalui solusi kongkrit.

d)      Pragmatism Mampu memilih yang terbaik dari antar solusi logis.

e)      Multiple solutions Kesadaran bahwa masalah memiliki lebih dari satu penyebab.

f)        Awareness of paradox Mengenali bahwa masalah atau solusi merupakan konflik yang tidak tuntas.

g)      Self refrential thought Kesadaran untuk melakukan penilaian terhadap solusi mana yang logis. Dapat dikatakan orang tersebut menggunakan postformal thought.

Tahapan perkembangan kognitif menurut  K. Warner Schale :

  1.  Acquisitive(menguasai)stage ( 6- 25 th) : mencari, menguasai pengetahuan dan ketrampilan melalui jalur pendidikan.
  2. Achieving (menuju keberhasilan)stage (24 – 34 th) : masa pencapaian prestasi; kemampuan untuk mempraktekkan seluruh potensi intelektual, bakat minat, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki selama masa akuisitif kedalam dunia karir.
  3. Responsibility (pertangguang jawaban)stage : mempertanggung jawabkan segala tindakannya secara etika moral kepada masyarakat.
  4.  Executive (pelaksana)stage : biasanya individu telah mencapai puncak karir, sehingga ia memiliki pekerjaan, peran dan tanggung jawab yang lebih besar dalam suatu system organisasi yang dibina sejak masa dewasa muda sebelumnya.
  5. Reorganizational stage : individu mulai memasuki masa pension, sehingga ia mengatur ulang (reorganisasi) seluruh kemampuan intelektual, ketrampilan, dan pengalaman hidupnya untuk mencari makna /arti/nilai pekerjaan alam kehidupannya.
  6. Reintegrative stage : individu mulai melepaskan diri dan merenungkan kembali apa yang telah dicapai sebelumnya, serta mengolah kembali segala pengalaman yang berhasil maupun yang gagal sepanjang perjalanan hidupnya untuk memperoleh arti dan makna kehidupan.
  7.  Legacy creating(membuat pewarisan) stage : menjelang akhir hidup, seseorang membuat sebuah disposisi ulang terhadap berbagai pengalaman yang diperoleh, bersedia mengungkapkan kembali pengalaman hidupnya pada orang lain lewat lisan atau tulisan untuk manfaat kepada masyarakat luas. Dengan demikian dapat diketahui kompetensi kognitif apa yang diperlukan untuk menangani suatu jenis pekerjaan tertentu.

Perkembangan kognitif menurut Robert Sternberg:

  1. Componential Element bagaimana seorang individu dapat menganalisis dan memproses informasi secara efisien (analitis dan kecerdasan).
  2. Experiental Element melakukan pendekatan terhadap tugas-tugas baru (aspek perseptif atau kreatif dari kecerdasan).
  3. Contextual Element hubungan dengan lingkungannya (aspek praktis dari kecerdasan).

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan memahami dan meregulasi emosi baik itu dirisendiri maupun orang lain. Goleman mengemukakan bahwa kecerdasan emosi adalah kemampuan memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi, mengandalkan dorongan hati dan tidak berlebih-lebihan dalam kesenangan, mengatur suasana hati  dan menjaga agar bebas dari stres, tidak melumpuhkan kemampuan berfikir,  berempati, dan berdoa. Kompetensi yang menyebabkan konribusi  kecerdasan emosi menurut teori Goleman berikut ini: (1) kesadaran diri, (2) manajemen diri, (3) kesadaran sosial, dan (4) manajemen hubungan.

Moralitas

Menurut Kohlberg, perkembangan moral pada masa dewasa secara primer bergantung pada pengalaman, walaupun tidak dapat melampaui batas yang ditentukan oleh perkembangan kognitif. Gilligan awalnya mengajukan bahwa perempuan memiliki etika perhatian, sementara Kohlberg menekankan pada keadilan. Namun, penelitian-penelitian selanjutnya, menurutnya tidak mendukung antara tampakan luar moral laki-laki dan perempuan.

Mayoritas orang dewasa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, baik itu ke institusi dua tahun atau empat tahun. Makin banyak perempuan yang melanjutkan keperguruan tinggi dan lebih memilih jurusan-jurusan yang dibidang tradisional didominasi ooeh laki-laki. Tergantung pada bidang mayor mereka, mahasiswa sering memperlihatkan jenis peningkatan yang spesifik dalam kemampuan penalaran. Kompleksitas subtansi dimana pekerjaan mereka  menuntut pemikiran dan penelitian mandiri. Hipotesis tumpah terdapat korelasi positif antara intelektualitas pekerjaan dan aktivitas waktu senggang karena terbawanya perolehan kognitif dari pekerjaan kewaktu senggang. Transisi menuju lingkungan kerja dapat dipermudahkan melalui cara-cara untuk memperkuat pendidikan vokasional dan tautannya dengan pekerjaan.

Perkembangan Kepribadian

Terdapat empat pandangan mengenai perkembangan psikososial diwakili oleh. (1) Model tahap normatif mendeskripsikan berdasarkan urutan pasti perubahan-perubahan terkaitnya usia. (2) Model waktu peristiwa mendeskripsikan perkembangan kepribadian dewasa sebagai respon terhadap terjadinya dan waktu terjadinyaperistiwa penting kehidupan yang terduga atau tak terduga. (3) Model trait perkembangan kepribadian yang berfokus pada sifat atau atribut, mental, emosional, temperamental, dan tingkah laku. (4) Model tipologis perkembangan kepribadian yang mengidentifikasi , atau gaya kepribadian yang lebih luas.

Metode tahapan normatif berpendapat bahwa peubahan sosial dan emosionalyang berkaitan dengan munculnya dalam periode berturut yang kadang ditandai krisis. Dalam teori erikson, isu utama dewasa awal adalah Intimacy vs Isolation.

Model waktu dan peristiwa, diajukan oleh Neugrten, menyatakan bahwa perkembangan psikososial orang dewasa dipengaruhi oleh munculnya dan waktu terjadinya peristiwa hidup yang bersifat normatif, semakin berkurangnya kesadaran mengenai usia, berkurang pula makna jam sosial (peristiwa penting terjadi).

Model lima faktor Costa dan McCrae mengelompokkan trait yang saling terkait; Neuroticism (kecemasan, rasa bermusuhan, kerentanan, depresi, keimplusifan, dan kesadaran diri), Extraversion (pencarian kegairahan, keasertifan, aktivitas, kehangatan, emosi positif, dan kemudahan bergaul), Oponnes to experience (bersedia mencoba hal-hal yang baru dan menerima berbagai ide baru), Conscientiousness (berkompeten, teratur, patuh pada kewajiban, penuh rencana, dan disiplin), dan agreeableness (penuh rasa percaya, jujur, altruistis, patuh pada aturan, rendah hati, dan mudah diubah pendiriannya).

Model Tipologis, terdapat beberapa jenis kepribadian dasar:

  1. Ego-resiliency adaptasi terhadap sumber stress potensial (percaya diri, mandiri, mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mudah dan jelas, penuh perhatian, sangat membantu, kooperatif, dan fokus terhadap tugas)
  2. Ego control kontrol diri memiliki 2 kriteria:
    1. Kontrol berlebihan (pemalu, pendiam, pencemas, dan bergantung pada orang lain).
    2. Kekurangan kontrol (aktif, berenergi, implusif, keras kepala, dan mudah terganggu).

Jumlah teman dan banyaknya waktu yang dihabiskan dengan mereka umumnya berkurang pada usia paruh baya. Walau pun begitu, persahabatan sangat penting bagi dewasa awal. Individu dengan teman cenderung memiliki rasa kesejahteraan. Perempuan cenderung memiliki lebih banyak persahabatan intim daripada laki-laki dan menganggap persahabatan dengan perempuan lebih memuaskan daripada dengan laki-laki. Laki-laki cenderung berbagi informasi dan aktivitas, bukan rasa percaya, sesama teman.

Subteori segitiga cinta diantaranya,(1) keintiman/intimacy unsur emosional, terkait dengan keterbukaan diri yang berhubungan sengan hubungan, kehangatan, dan kepercayaan, (2) gairah/passion unsur motivasi didasari oleh dorongan yang mentranslasi rangsangan fisiologis menjadi hasrat seksual, (3) komitmen/commitment unsur kognitif, merupakan keputusan untuk mencintai dan bertahan dengan kekasih.

Pola-pola mencintai

Jenis Deskripsi
Non-cinta

(non-love)

Komponen cinta tidak ada, kebanyakan menggambarkan hubungan interpersonal, interaksi yang sangat biasa.
Menyukai
(liking)
Hanya ada keintiman, tidak ada kedekatan, pemahaman, dukungan emosional, afeksi,ikatan, dan kehangatan.
Gairah

(infatuation)

Hanya ada gairah dan merupakan “cinta pada pandangan pertama.
Cinta kosong

(empty love)

Hanya ada komitmen, ini sama seperti pernikahan yang “dijodohkan”
Cinta romantis

(romantic love)

Terdapat keintiman dan gairah, tetapi tidak ada komitmen sama seperti “playboy”
Cinta persahabatan

(companionate love)

Terdapat keintiman dan komitmen, persahabatan yang cukup panjang dan lama kelamaan menjadi komitmen
Cinta bodoh

(fatuous love)

Ada gairah dan komitmen tanpa keintiman, cinta ini kemungkinan tidak bertahan walau terdapat intensi untuk berkomitmen
Cinta yang sempurna

(consummate love)

Terdapat 3 komponen cinta, cinta ini yang semua orang harapkan

Pernikahan bersifat universal dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar ekonomi, emosional, seksual, sosial, dan membesarkan anak. Keberhasilan dalam pernikahan bergantung pada kebahagiaan salah satu pasangan dengan hubungan mereka, sensivitas mereka satu sama lain, validitas mereka terhadap perasaan satu sama lain, serta ketrampilan komunikasi dan manajemen konflik mereka. Usia menikah merupakan prediktor utama apakah suatu pernikahan akan bertahan. Keuletan, kecocokan, dukungan emosional, dan ekspetasi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan dapat menjadi faktor penting. Frekuensi hubungan seksual dalam pernikahan berkurang seiring berjalannya usia dan hilangnya kebaruan. Tampaknya, makin sedikit orang yang melakukan hubungan seksual di luar menikah dibandingkan masa lalu.

Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama memiliki perasaan yang campur aduk tentang menjadi orang tua. Bersama dengan kegembiraan tersebut, mereka mungkin menjadi cemas tentang tanggung jawab merawat anak dan tentang komitmen waktu dan tenaga yang membuntutinya. Ayah biasanya lebih sedikit terlibat dalam membesarkan anak dari pada ibu, tetapi beberapa melakukan pembagian tugas mengasuh dan beberapa menjadi pengasuh utama. Kepuasaan pernikahan biasanya berkurang selama tahun-tahun membesarkan anak. Harapan dan pembagian tugas dapat memberikan kontribusi terhadap turun atau naiknya kualitas pernikahan.

sumber:

Papilia, Olds, Feldman. 2009. Human Development Perkembangan Manusia Edisi 10 Buku 2. Jakarta; Salemba Humanika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s