Kepribadian Sehat

Assalamu’alaikum ^^

Halo-halo, kali ini rahma mau bahas ttg kepribadian sehat nih. Menurut kalian Kepribadian Sehat itu apa sih? ahh.. dapat berpikir positif, berguna bagi orang lain, kreatif, realistis, integritas yang total dsb.. banyak deh pokonya yaa. Nah, kali ini rahma mau bahas nih Kepribadian Sehat menurut pandangan-pandangan psikologi dan juga para tokoh-tokohnya. Oke disimak yaa ^^

images (3)

Psikoanalisa

Psikoanalisis pertamakali datangnya dari Sigmun Freud (1856-1939). menurut Freud, pikiran-pikiran yang di tekan (repres) merupakan prilaku yang tidak normal atau menyimpang. Teori Freud ini tentang Id (insting manusia yang sudah ada sejak lahir, si-Id ini tidak memperhatikan realitas yang ada), Ego (atau bisa kita sebut dengan prinsip realitas/ego yang menyesuaikan diri dengan realitas), dan super ego (bisa kita sebut dengan prinsip moral/mengontrol prilaku dari segi moral).

Behavioristik

didirikan oleh J.B. Watson (1931). Behavioristik merupakan aliran revolusioner, kuat dan berpengaruh dan memiliki historis yang cukup panjang. Teori Behavioristik yang sering kita pelajari itu adalah “Teori Belajar”. Prilaku yang dapat diukur adalah prilaku yang dapat dilihat, diamati dan dihasilkan oleh respon terhadap rangsangan.

Tokoh-tokoh aliran behavioristik tersebut antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner. Tetapi di sini saya akan membahas satu teori dari satu tokoh saja, yaitu Thorndike. Ada tiga hukum belajar yang utama, menurut Thorndike yakni (1) hukum efek; (2) hukum latihan dan (3) hukum kesiapan (Bell, Gredler, 1991). Ketiga hukum ini menjelaskan bagaimana hal-hal tertentu dapat memperkuat respon.

Humanistik

Bapak psikologi Humanistik adalah Abraham Maslow (1908-1970). Psikologi Humanistik itu terkenal dengan teori “Motivasi”. Jadi, menurut teori Humanistik manusia dikendalikan oleh nilai-nilai dan pilihannya sendiri bukan karena kekuatan-kekuatan ketidaksadaran. Psikologi memandang bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif.

Teori Kepribadian Sehat menurut Para Tokoh

Allport

Menurut Allport kepribadian yang matang itu ketika manusia:

  • Memperluas Perasaan Diri: Allport menamakan hal ini “pertisipasi otentik yang dilakukan oleh orang dalam beberapa suasana yang penting dari usaha manusia”. Orang harus meluaskan diri ke dalam aktivitas.
  • Hubungan diri yang hangat dengan orang lain: Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang-orang lain; kapasitas untuk keintiman dan kapasitas untuk perasaan terharu. Orang yang sehat secara psikologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta).  Syarat lain bagi kapasitas untuk keintiman adalah suatu perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. Cinta dari orang-orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat. Perasaan terharu adalah suatu pemahaman tentang kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan, ketakutan-ketakutan, dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. Empati itu timbul dari “perluasan imajinatif” dari perasaan orang sendiri terhadap kemanusiaan pada umunya. Kepribadian yang matang sabar terhadap tingkah laku orang-orang lain dan tidak mengadili atau menghukumnya. Orang yang sehat mampu menerima kelemahan-kelemahan manusia.
  • Keamanan emosional: Kepribadian-kepribadian yang sehat mampu menerima semua segi dari ada mereka, termasuk dari kelemahan dan kekurangan tanpa menyerah secara pasif pada kelemahan-kelemahan tersebut. Kepribadian-kepribadian yang sehat juga mampu menerima emosiemosi mereka, mereka bukan tawanan dari emosi-emosi mereka,dan mereka juga tidak berusaha bersembunyi dari emosi-emosi itu. Kualitas lain dari keamanan emosional ialah apa yang disebut Allport “sabar terhadap kekecewaan”.
  • Persepsi Realistis: Orang-orang yang sehat memandang dunia mereka secara objektif. Sebaliknya orang yang neurotis kerapkali harus mengubah realitas supaya membuatnya sesuai dengan keinginan-keinginan, kebutuhan-kebutuhan, dan ketakutan-ketakutan mereka sendiri.
  • Keterampilan-keterampilan dan Tugas-tugas: Komitmen dalam orang-orang yang sehat begitu kuat sehingga mereka sanggup menenggelamkan semua pertahanan yang berhubungan dengan ego dan dorongan (seperti kebanggaan) ketika mereka terbenam dalam pekerjaan. Dedikasi terhadap pekerjaan ini ada hubungannya dengan gagasan tentang tanggung jawab dan dengan kelangsungan hidup yang positif. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan konstinuitas untuk hidup. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis yang positif tanpa melakukan pekerjaan yang penting dan melakukan dengan dedikasi, komitmen, dan keterampilan-keterampilan.
  • Pemahaman Diri: Hubungan lain yang penting adalah hubungan antara apa yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya itu. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang-orang lain dalam merumuskan suatu gambaran diri yang objektif. Orang yang memiliki suatu tingkat pemahaman diri (self objectification) yang tinggi atau wawasan diri tidak mungkin memproyeksikan kualitas-kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain. Allport juga mengemukakan bahwa orang yang memiliki wawasan diri yang lebih baik adalah lebih cerdas daripada orang yang memiliki wawasan diri yang kurang.
  • Filsafat Hidup yang Mempersatukan: Orang-orang yang sehat melihat ke depan, didorong oleh tujuan tujuan dan rencana-rencana jangka panjang. Orang-orang ini mempunyai suatu perasaan akan tujuan, suatu tugas untuk bekerja sampai selesai, sebagai batu sendi kehidupan mereka, dan ini memberi kontinuitas bagi kepribadian mereka. Allport menyebut dorongan yang mempersatukan ini “arah” (directness). Tanpa tujuan kita mungkin akan mengalami masalah-masalah kepribadian. Mustahil memiliki suatu kepribadian yang sehat tanpa aspirasi-aspirasi dan arah ke masa depan. Allport menekankan bahwa nilai-nilai (bersama dengan tujuan-tujuan) adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Suara hati juga berperan dalam suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Suara hati yang tidak matang sama seperti suara hati kanak-kanak, yang patuh dan membudak, penuh dengan pembatasan-pembatasan dan larangan-larangan yang dibawa dari masa kanak-kanak ke dalam masa dewasa.

Rogers

Konsep diri (self concept) menurut Rogers adalah bagian sadar dari ruang fenomenal yang disadari dan disimbolisasikan, dimana “aku“ merupakan pusat referensi setiap pengalaman.  Jadi, self concept adalah kesadaran batin yang tetap, mengenai pengalaman yang berhubungan dengan aku dan membedakan aku dari yang bukan aku.

  •  Incongruence adalah ketidakcocokan antara self yang dirasakan dalam pengalaman aktual disertai pertentangan dan kekacauan batin.
  • Congruence berarti situasi dimana pengalaman diri diungkapkan dengan seksama dalam sebuah konsep diri yang utuh, integral,dan sejati.

Ciri-ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya

  1. Keterbukaan pada Pengalaman
  2. Kehidupan Eksistensial
  3. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
  4. Perasaan Bebas
  5. Kreativitas

Maslow

Ada 5 Kebutuhan dari Maslow

  1. Kebutuhan Fisologis : Kebutuhan akan makan, minum, udara, etc.
  2. Kebutuhan Rasa Aman: Kebutuhan untuk ingin dilindungi.
  3. Kebutuhan Dicintai dan Disayangi: Kebutuhan untuk memenuhi hubungan yang hangat dan akrab dengan orang lain.
  4. Kebutuhan Harga Diri: Ada dua macam kebutuhan akan harga diri. Pertama, adalah kebutuhan-kebutuhan akan kekuatan, penguasaan, kompetensi, percaya diri dan kemandirian. Sedangkan yang kedua adalah kebutuhan akan penghargaan dari orang lain, status, ketenaran, dominasi, kebanggaan, dianggap penting dan apresiasi dari orang lain.
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri : Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang terdapat 17 meta kebutuhan yang tidak tersusun secara hirarki, melainkan saling mengisi. Jika berbagai meta kebutuhan tidak terpenuhi maka akan terjadi meta patologi seperti apatisme, kebosanan, putus asa, tidak punya rasa humor lagi, keterasingan, mementingkan diri sendiri, kehilangan selera dan sebagainya.

Fromm

Ciri-ciri Kepribadian menurut Fromm 

  1. Menerima realitas secara tepat
  2. Menerima diri dan orang lain apa adanya
  3. Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
  4. Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
  5. Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
  6. Memiliki ruang untuk diri pribadi
  7. Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
  8. Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
  9. Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
  10. Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
  11. Mengarah pada nilai-nilai demokratis
  12. Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
  13. Memiliki rasa humor yang tinggi
  14. Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
  15. Memiliki integritas tinggi yang total

Kebutuhan dasar manusia menurut eric fromm :

  1. Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain .
  2. Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia .
  3. Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia.
  4. Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia. Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu .

Akhirnya Selesai juga hoho…

Sudah dulu yaa, Assalamu’alaikum ^^

Sumber :

  1. http://bio-nikith.blogspot.com/2013/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-para.html
  2. Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro Prabowo. (1996). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta. Gunadarma
  3. Basuki, Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
  4. http://kurniaamanda.blogspot.com/2013/04/konsep-manusia-berdasarkan-aliran.html
  5. Psikologi kepribadian Penulis: Agus Sujanto; Penerbit: Bumi Aksara
  6. Psikologi Kepribadian, Penulis: Sumadi Suryabrata, Penerbit: Rajawali Pers
  7. Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan. Yogyakarta: KANISUS

Nama: Rahmah Ayuningtyas

Kelas : 2PA12

NPM : 15512921

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s