Kesehatan Mental 2

Hello Hello Hello …. ^v^

Tugas lagi nih postingannya hohoho.., Now saya akan membahas tentang Penyesuaian diri dan Pertumbuhan + Stress. Come on lah kita bahas yuuk😉

Penyesuaian diri dan Pertumbuhan

2013-04-06 10.22.03

Penyesuaian diri

Penyesuaian diri atau sering kita ungkapkan dengan adaptasi. Penyesuaian diri setiap manusia itu berbeda-beda, ada yang mudah dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dan ada yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

Manusia yang penyesuaian dirinya baik yaitu seseorang yang menampilkan respon yang efisien, memuaskan, dan wholesome. Maksud dari efisien disini adalah, responnya sesuai dengan harapan tanpa banyak membuang banyak energi, waktu, dan juga sejumlah kesalahan. Dan wholesome disini maksudnya adalah respon yang diberikan sesuai dengan kodrat manusia, dalam hubungannya sesama manusia maupun hubungannya dengan Tuhan. Bagi mereka yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri mereka akan mengalami maladjustment, yang ditandai dengan penyimpangan dan prilaku menyimpang yang tidak berlaku dilingkungan tersebut.

Pertumbuhan Personal

Penekanan Pertumbuhan, Penyesuaian diri dan Pertumbuhan

Pertumbuhan disini adalah bentuk kematangan secara fisik. Atau bisa kita artikan sebagai bentuk transmisi dari konstitusi fisik yang herediter dalam bentuk proses aktif yang saling berkesinambungan.

Variasi dalam pertumbuhan

Tidak selamanya penyesuaian diri berjalan mulus, pasti ada lika-liku yang terkadang membuat masalah untuk kita dalam penyesuaian diri. Lika-liku tersebut bisa terjadi dalam diri kita atau dalam lingkungan.

Kondisi-kondisi untuk Bertumbuh

Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembanganya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Kondisi jasmaniah merupakan kondisi primer, maka dari itu sistem syaraf, kelenjar, dan otot merupakan hal yang penting dalam penyesuain diri. Jadi, kondisi sistem yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri.

Fenomenologi Pertumbuhan

Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipresepsikan dan diinterpretasi secara subjektif. Maksudnya adalah setiap kehidupan manusia memiliki pengalaman yang berbeda-beda, dan kehidupan yang berbeda.



Stress

Arti Penting Stress

J. P. Chaplin mendefinisikan stress sebagai satu keadaan tertekan, baik secara fisik maupun psikologis. Menurut Lazarus 1999 (dalam Rod Plotnik 2005:481) “Stres adalah rasa cemas atau terancam yang timbul ketika kita menginterprestasikan atau menilai suatu situasi sebagai melampaui kemampuan psikologis kita untuk bisa menanganinya secara memadai”. Stress dapat mempengaruhi fisik dan psikis manusia, stress bisa juga dapat bersifat baik dan juga buruk.

Tipe-tipe stress psikologi

  1. Tekanan
  2. Frustasi
  3. Konflik,
  4. dan Kecemasan

Symptom-Reducing Responses terhadap Stress

Setiap orang pastinya tidak ingin larut dalam stress mereka. Mereka akan berusaha membuat pertahanan diri. Biasanya manusia akan membuat sistem pertahanan diri sebagai berikut:

  • Indentifikasi. Suatu cara yang digunakan individu untuk mengahadapi orang lain dengan membuatnya menjadi kepribadiannya, ia ingin serupa dan bersifat sama seperti orang lain tersebut.
  • Kompensasi. Seorang individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasaan dibidang lain.
  • Overcompensation/Reaction Formation. Perilaku seseorang yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama.
  • Sublimasi. Suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi.
  • Proyeksi. Perilaku seseorang yang menutupi kualitas perilakunya yang tidak  layak/kurang baik, kemudian mengenakan atau memproyeksikan kualitas atau sifat  yang tidak baik tersebut pada orang lain.
  • Introyeksi. Memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain.
  • Reaksi Konversi. Secara singkat mengalihkan konflik ke alat tubuh atau    mengembangkan gejala fisik.
  • Represi. Konflik pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan   ditekan ke dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja melupakan.
  • Supresi. Menekan konflik impuls yang tidak dapat diterima secara sadar. Individu  tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya.
  • Denial. Mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan.
  • Regresi. Mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia  menarik diri dari pergaulan.
  • Fantasi. Apabila seseorang menghadapi konflik-frustasi, ia menarik diri dengan  berkhayal/berfantasi, misalnya dengan lamunan.
  • Negativisme. Perilaku seseorang yang selalu bertentangan/menentang otoritas orang  lain dengan perilaku tidak terpuji.
  • Sikap Mengritik Orang Lain. Bentuk pertahanan diri untuk menyerang orang lain  dengan kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif.

Pendekatan “Problem-Solving” terhadap Stress

Kita dapat memecahkan masalah terhadap stress dengan cara sebagai berikut:

  • Biofeedback, teknik ini adalah mengetahui bagian tubuh mana yang mengalami stress kemudian belajar untuk mengatasinya. Teknik ini menggunakan alat-alat yang cukup rumit.
  • Hipno-self/ sugesti diri, kamu hanya perlu mensugest hal-hal yang positif bagi diri kamu, karena hanya kamu yang tahu bagaimana dirikamu.
  • Kamu bisa curhat ke orang yang dekat denganmu dan dapat kamu percaya, seperti ibu, sahabat, atau guru.

 

Sumber:

Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

http://wulanwulan61.blogspot.com/2013/04/tulisan-2.html

http://smileandsprit.blogspot.com/2011/03/penyesuaian-diri-pertumbuhan-personal.html

http://anyoo.blogspot.com/2011/04/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan.html

http://nadyanavyanti.blogspot.com/2014/04/tugas-ke-2-kesehatan-mental_6.html

http://www.psychologymania.com/2012/09/pengertian-penyesuaian-diri.html

1juli1991.blogspot.com/2013/05/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan_10.html 

http://belajarpsikologi.com/pengertian-penyesuaian-diri/

http://bananacakez.blogspot.com/2012/04/penyesuaian-diri-dan-perkembangan.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Stres

http://www.translate.com/english/arti-penting-strees-stress-menurut-hans-selye-1976-merupakan-respon-tubuh-yang-bersifat-tidak-spe/37807126

http://snaniris.blogspot.com/2013/04/pengertian-stress.html

http://shakina-matahari.blogspot.com/

http://triseptiana94.blogspot.com/2014/04/tugas-ke2-kesehatan-mental.html

 

 

Nama: Rahmah Ayuningtyas

Kelas 2PA12

Npm: 15512921

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s