Hubungan Interpersonal Dan CInta dan Pernikahan

  1. Hubungan Interpersonal

    Sudah kita ketahui manusia adalah makhluk sosial. Manusia membutuhkan manusia lain untuk menjalin hubungan. Mengenali dan memahami kebutuhan satu sama lain, membentuk interaksi, dan berusaha mempertahankan interaksi tersebut.

    Hubungan Interpersonal merupakan hubungan terdiri atas dua orang atau lebih, yang memiliki ketergantungan satu sama lain dan menggunakan pola interaksi yang konsisten.

    Model-model Hubungan Interpersonal

    Terdapat 4 model hubungan Interpersonal, sebagai berikut;

    • Model Pertukaran Sosial (Social exchange model), hubungan interaksi ini disamakan dengan interaksi dagang. Orang berinteraksi karena ada yang diharapkan untuk memenuhi kebutuhan.
    • Peran model, hubungan interaksi ini memandang interaksi sosial sebagai suatu sandiwara. Setiap individu harus memainkan perannya sesuai dengan “naskah”, jik a menyimpang terdapat sanksi sosial yang akan dikenakan.
    • Model permainan, model ini dikenal dengan analisis transaksional. Dalam hubungan, individu dihadapkan pada bermacam-macam permainan.
    • Model interaksi sosial, memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif, dan medan. Dan model ini merupakan gabungan dari semua model diatas.

    Memulai Hubungan

    Hal yang pertama kali individu lakukan untuk berinteraksi dengan orang baru yaitu tahap perkenalan. Tahap ini individu saling berbagai informasi untuk saling mengenal satu sama lain. Informasi yang biasanya didapat adalah nama, usia, pekerjaan, tempat tinggal, dan sebagainya.

    Setelah perkenalan dan terdapat beberapa kesamaan, tahap selanjutnya adalah peneguh hubungan. Untuk mempertahankan hubungan interpersonal dibutuhkan keteguhan untuk menjaga keseimbangan. Menjaga keseimbangan disini antara lain terentuknya keakraban, adanya kontrol, adanya feedback (respon) yang baik, dan nada emosional yang baik ketika komunikasi sedang erlangsung.

    Hubungan Peran

    Setiap individu memiliki peran sendiri-sendiri dalam sebuah naskah (seperti yang telah kita bahas diatas). Peran yang mereka mainkan seringkali terjadi sebuah konflik, yang terjadi biasanya karena perbedaan sttatus, jabatan, atau ng lainnya. Sehingga individu harus berperan didasarkan pada preskripsi (ketentuan) dan harapan peran yang menerangkan apa yang individu harus lakukan agar sesuai dengan harapan tersebut.

    Intimasi dan Hubungan Pribadi

    pink-flower-love-1920-1080-7503

    Intimasi merupakan prosens kedekatan hubungan antar pribadi. Dimana tingkah laku mengalami penyesuaian untuk mengekspresikan akan kebutuhannya terhadap orang lain. Intimasi mengarah pada keterbukaan pribadi dengan orang lain, saling berbagi pikiran dan perasaan mereka yang terdalam. Adapun bentuk-bentuk keintiman dalam hubungan pribadi yaitu persaudaraan, persahabatan, dan percintaaan

    Intimasi dan Pertumbuhan

    Dalam membentuk sebuah keintiman yang terpenting adalah cinta, karena keintiman tidak akan tumbuh tanpa adanya cinta. Kenintiman merupakan proses menyatakan siapa diri kita sebenarnya kepada pasangan. Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Keinginan untuk diterima, dihormati, dihargai, dan dianggap berharga oleh pasangan. Menginginkan kenyamanan dalam sebuah hubungan tanpa terbebani.

     

    Cinta dan Perkawinan

    Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarika pribadi. Cinta itu mendatangkan segala jenis emosi, baik yang menyenangkan maupun tidak menyenangkan. Cinta memiliki tiga dimensi, yaitu hasrat (passion), keintiman (intimacy), dan Komitmen (commitmen). Cinta dapat menyebabkan seseorang melakukan apapun untuk mempertahankannya.

    Perkawinan merupakan ikatan sosial atau perjanjian hukun antara pribadi yang membentuk hubungan kekerabatan. Merupakan suatu pranata dalam budaya setempat yang meresmikan hubungan antara pribadi yang biasanya intim dan seksual.perkawinan biasanya bertujuan untuk membuat keluarga baru.

    Memilih Pasangan

    Memilih pasangan hidup itu bukan hanya sekedar memilih sebuah baju di pusat perbelanjaan, hanya dilihat dari model yang bagus atau bahan yang lembut. Memilih pasangan hidup berarti memilih pendamping hidup sampai ajal menjemput. Orang yang bisa diajak senang dan susah. Selalu mejalankan kehidupan bersama, menghasilkan sebuah keluaraga kecil yang bahagia. Orang jawa bilang tuh kita harus tahu bibit bebet dan bobotnya. Selain itu juga adanya cinta antara satu sama lain. Karena cinta dapat menjadikan keharmonisan dalam sebuah keluarga.

    Hubungan dalam Perkawinan

    Terdapat 5 tahap perkembangan dalam kehidupan perkawinan;

    • Romantic love, tahap ini adalah ketika kedua pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu.
    • Dissapointment or distress, tahap ini mulai adanya saling salah-menyalahkan, kecewa, merasakan ngin menang sendiri.
    • Knowledge and awarness, tahap ini pasangan mulai memahami bagaimana posisi masing-masing.
    • Ransformation, pasangan mulai mencoba tingkah laku yang berkenaan dengan hati pasangannya.
    • Real love, merupakan tahap memberikan perhatian satu sama lain. Real love tidak akan terjadi jika kedua pasangan idak ada keinginan untuk mewujudkannya.

    Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan

    Sebuah perkawinan pastilah memerlukan sebuah penyesuaian untuk kedua pasangan. Penyesuaian akan menjadi sebuah bentuk relasi yang saling menguatkan. Relasi tersebut seperti hunbungan hangan dan erat, saling percaya, dan kenyamanan. Setiap pernikahan selalu ada yang namanya konflik. Tapi kedua pasangan harus menyelesaikannya sendiri konflik itu dengan pemikiran dewasa.

    Perceraian dan Pernikahan Kembali

    Konflik yang berlarut-larut dan tidak dapat diselesaikan menyebabkan kedua pasangan mengambil keputusan untuk bercerai. Karena mereka menganggap sedah tidak ada lagi kepercayaan dan banyaknya keegoisan diantara mereka. Perceraian merupakan sebuah keputusan antara kedua pasangan untuk berpisah.

    Seringkali pasangan yang sudah bercerai menginginkan pernikahannya kembali. Mengapa demikian? Ada banya faktor yang menyebabkannya, bisa dari kebutuhan individu membutuhkan pasangan hidup, ekonomi, dan pendidikan. Sukses dalam sebuah pernikahan baru, jika individu dapat menyadari kesalahan apa yang terjadi dari pernikahan sebelumnya dan jangan biarkan kegagalan masa lulalu mengecilkan hati.

    Alternatif Selain Pernikahan

    Alternatif lain selain pernikahan, biasanya adalah individu lebih memilih untuk melajang. Individu yang lebih memilih melajang biasanya memiliki berbagai macam alasan, diantaranya mereka menganggap pernikahan merupakan sebuah kekangan hidup. Mereka yang melajang adalah individu yang ingin kehidupan bebas tanpa adanya sebuah komitmen. Alasan lain orang melajang adalah dia sedang memilih seseorang yang tepat untuk mendampinginya kelak kana pernikahan bukanlah sebuah mainan.

    Akan tetapi sesungguhnya manusia memerlukan pernikahan karena pernikahan membuat dua orang yang berbeda menjadi satu. Perikahan juga merupakan sebuah ibadah menurut agama.

     

    Sumber:

    http://nadyanavyanti.blogspot.com/2014/05/kesehatan-mental-tugas-ke-3.html

    http://ahmadtaufiqcaesar.wordpress.com/2014/06/05/kesehatan-mental-tugas-ke-3/

    HUBUNGAN INTERPERSONAL, By : musticka wulandary

    http://linasari09.wordpress.com/2014/06/08/hubungan-interpersonal-cinta-dan-perkawinan/

     

    NAMA : Rahmah Ayuningtyas

    KELAS : 2PA12

    NPM : 15512921

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s