Psikologi Manajemen

Tugas 1

Pengantar

  1.  Pengertian Manajemen

Secara Etimologis, Manajemen adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada kata yang mapan dan diterima secara universal sehingga pengertiannya untuk masing-masing para ahli masih memiliki banyak perbedaan. Secara umum manajemen juga dipandang sebagai sebuah disiplin ilmu yang mengajarkan tentang proses untuk memperoleh tujuan organisasi melalui upaya bersama dengan sejumlah orang atau sumber milik organisasi. Dalam hal ini manajemen dibedakan menjadi 3 bentuk karakteristik, diantaranya adalah:

  • Sebuah proses atau seri dari aktivitas yang berkelanjutan dan berhubungan.
  • Melibatkan dan berkonsentrasi untuk mendapatkan tujuan organisasi.
  • Mendapatkan hasil-hasil dengan bekerja sama dengan sejumlah orang dan memanfaatkan sumber-sumber di organisasi.
  1. Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah suatu kekuatan yang menggerakkan perjuangan atau kegiatan menuju sukses. Kepemimpinan juga berarti proses mempengaruhi aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan. Namun, kepemimpinan sering sulit didefenisikan secara tepat. Menurut Ralph M. Stogdill dalam Sutarto (1998b:13): Kepemimpinan adalah suatu proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan sekelompok orang yang terorganisasi dalam usaha mereka menetapkan dan mencapai tujuan.

Perencanaan Penetapan Manajemen

  1. Pengertian Perencanaan

Perencanaan adalah kegiatan menentukan sebelumnya sasaran ekonomis yang ingin dicapai dan memikirkan sarana pencapaiannya. Alokasi dari sumber-sumber yang terbatas merupakan dasar prinsipiil bagi perencanaan dan pengorganisasian. Sarana dan rangkaian sasaran harus jelas dan konsisten /cocok. Perencanaan menentukan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan , bagaimana cara melakukannya dan siapa yang melaksanakan semua kegiatan. Perencanaan harus meliputi segi-segi teknis , ekonomis , sosial dan pelayanan. Jadi perencanaan menjembatani status sekarang dengan tujuan/sasaran yang ingin dicapai di masa mendatang. Sasaran yang ingin dicapai itu disebut parameter(ukuran perbandingan) bagi manajer untuk menentukan sederet aktivitas yang harus dilakukan, agar setiap karyawan bisa memberikan kontribusi maksimal dan positif kepada perusahaan.

  1. Langkah-langkah Penyusunan Perencanaan dalam Manajemen
  • Merumuskan Misi dan Tujuan.

Usaha sistematis formal untuk menggariskan wujud utama dari perusahaan , sasaran sasaran, kebijakan kebijakan dan strategi untuk mencapai sasaran-sasaran dan wujud utama perusahaan yang bersangkutan.

  • Memahami Keadaan Saat ini.

Perencanaan menyangkut jangkauan masa depan dari keputusan-keputusan yang dibuat sekarang, untuk mengenal sistematis peluang dan ancaman dimasa mendatang. Dengan pilihan langkah-langkah yang tepat akan lebih menguntungkan perusahaan. Meliputi jangka pendek dan sampai jangka panjang.

  • Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya Tujuan. Segala kemudahan dan kemungkinan hambatan dalam usaha mencapai tujuan perlu sedini mungkin diidentifikasi, agar persiapan dapat dilakukan. Disatu pihak perusahaan dapat meraih kemudahan dan manfaat optimal dengan kesempatan yang tersedia.
  • Menyusun rencana Kegiatan untuk mencapai tujuan.

Tujuan dapat dicapai dengan beberapa cara, diantaranya adalah :

  1. Menyusun berbagai alternatif kebijaksanaan dan tindakan-tindakan yang mungkin dapat dipilih.
  2. Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternatif kegiatan kebijakan.
  3. Memilih dan menetapkan suatu alternatif yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.

3.Manfaat Perencanaan Dalam Manajemen

Berikut beberapa manfaat dalam perencanaan manajemen

  1. Mengarah pada tindakan yang bertujuan.
  2. Menghindari kesalahan atau risiko.
  3. Memungkinkan pendelegasian tugas (kekuasaan).
  4. Memungkinkan koordinasi.
  5. Metode yang digunakan bisa lebih baik.
  6. Bisa berhemat atau ekonomis dana.
  7. Bisa menghemat tenaga manajemen.
  8. Sebagai dasar untuk pengendalian.
  1. Jenis-jenis Perencanaan Organisasi
  • Misi atau Maksud (Mission atau Purpose), menggambarkan peranan atau maksud keberadaan suatu organisasi pada masyarakat tertentu.
  • Tujuan, merupakan titik akhir dimana aktivitas organisasi diarahkan. Strategi merupakan rencana umum/pokok untuk mencapai tujuan organisasi.
  • Kebijakan, merupakan pernyataan atau pemahaman umum yang membantu mengarahkan pengambilan keputusan (khususnya cara berpikirnya).
  • Prosedur, merupakan serangkaian aktivitas atau tindakan, yang lebih mengarahkan tindakan (bukan cara berpikir).
  • Aturan, merupakan rencana yang dipilih dari beberapa alternatif, untuk dilakukan atau tidak dilakukan.
  • Program, merupakan jaringan kompleks yang terdiri dari tujuan, kebijakan, prosedur, aturan, penugasan, langkah yang harus dilakukan, alokasi sumber daya, dan elemen lainnya, berdasarkan alternatif tindakan yang dipilih.
  • Anggaran, merupakan rencana yang dinyatakan dalam angka.

Pengorganisasian Struktur Manajemen

1.Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

2. Contoh Struktur Organisasi dalam Suatu Perusahaan

struktur organisai

3. Pengorganisasian Sebagai Fungsi Dari Manajemen Yang Meliputi :

  1. Struktur Formal

Kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional.

  1. Struktur Informal

Kumpulan dari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.

4. Manfaat Dari Struktur Fungsional dan Struktur Divisional

Struktur organisasi fungsional ini mempunyai  beberapa kelebihan, antara lain:

  • Efisiensi melalui spesialisasi
  • Komunikasi dan jaringan keputusannya relatif sederhana
  • Mempertahankan tingkat pengendalian strategi pada level manajemen puncak
  • Mempermudah pengukuran output dan hasil dari setiap fungsi

Adapun kelebihan dari struktur organisasi divisional antara lain:

  • Koordinasi antar fungsi menjadi lebih mudah dan cepat
  • Mempunyai fleksibilitas pada struktur perusahaan
  • Spesialisasi pada setiap divisi dapat dipertahankan
  • Kesempatan karir lebih terbuka

5. Kerugian Dari Struktur Fungsional dan Struktur Divisional

Kekurangan dari struktur organisasi fungsional adalah:

  • Dapat mendorong timbulnya persaingan dan konflik antar fungsi
  • Mengakibatkan sulitnya koordinasi di antara bidang-bidang fungsional
  • Dapat menyebabkan tingginya biaya koordinasi antar fungsi
  • Identifikasi karyawan dengan kelompok spesialis dapat membuat perubahan menjadi sulit

Sedangkan kekurangan  struktur organisasi divisional antara lain:

  • Mengkibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi fungsional
  • Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar  divisi
  • Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah

SUMBER:

http://linasari09.wordpress.com/2014/09/26/psikologi-manajemen-2/

http://nadyanavyanti.blogspot.com/2014/09/pertemuan-1.html

http://solarmusik.blogspot.com/2011/11/struktur-dan-bagan-organisasi.html

Nama: Rahmah Ayuningtyas

Kelas: 3PA12

NPM: 15512921

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s