Tugas Psikoterapi

A. Pengertian REBT

Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) adalah teori kognitif pertama dan kini berkembang menjadi pendekatan cognitive behavioral yang utama. Terapi yang dikembangkan oleh Albert Ellis ini berorientasi pada kognisi dan perilaku dan juga menekankan pada thinking, judging, deciding, analyzing, and doing. Asumsi dasar dari REBT adalah individu berkontribusi pada masalah psikologis mereka melalui cara mereka menginterpretasi kejadian dan situasi. REBT juga didasarkan pada asumsi bahwa kognisi, emosi, dan perilaku berinteraksi secara signifikan dan memiliki hubungan yang reciprocal-cause-and effect.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa REBT merupakan terapi yang sangat komprehensif (Ellis,1990) yang menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan emosi, kognisi, dan perilaku termasuk depresi (De Boni, 2005; Sava, 2009). REBT adalah therapy yang menekankan suatu perubahan yang mendalam terhadap cara berpikir dapat menghasilkan perubahan yang berarti dalam cara berperasaan dan berperilaku. Berdasarkan klasifikasi dan jenis depresi yang dapat ditangani dengan REBT bahwa subyek yang mengalami depresi masih mampu menggunakan logikanya (Iacoviello et al., 2007) dan masih dapat menerima instruksi (Welingan, 2009) meskipun pada saat itu irasional belief masih sangat kuat (Flett, 2003).

Tujuan utama dari REBT adalah fokus untuk membantu orang-orang untuk mewujudkan bahwa mereka bisa hidup lebih rasional dan produktif. Rational-Emotive Therapy merupakan sebuah usaha untuk membenarkan kesalahan-kesalahan pada alasan-alasan yang dikemukakan klien sebagai cara untuk mengeliminasi emosi-emosi yang tidak diinginkan.

B. Konsep REBT

Konsep-konsep dasar terapi rasional emotif ini mengikuti pola yang didasarkan pada teori A-B-C, yaitu:
A = Activating Experence (pengalaman aktif) Ialah suatu keadaan, fakta peristiwa, atau tingkah laku yang dialami individu.
B = Belief System (Cara individu memandang suatu hal). Pandangan dan penghayatan individu terhadap A.
C = Emotional Consequence (akibat emosional). Akibat emosional atau reaksi individu positif atau negative. Menurut pandangan Ellis, A (pengalaman aktif) tidak langsung menyebabkan timbulnya C (akibat emosional), namun bergantung pada B (belief system).

C. Langkah-langkah Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT)

Langkah pertama
Menunjukkan pada klien bahwa masalah yang dihadapinya berkaitan dengan keyakinan-keyakinan irasionalnya, menunjukkan bagaimana klien mengembangkan nilai-nilai sikapnya yang menunjukkan secara kognitif bahwa klien telah memasukkan banyak keharusan, sebaiknya dan semestinya klien harus belajar memisahkan keyakinan-keyakinannya yang rasional dan keyakinan irasional, agar klien mencapai kesadaran.

·Langkah kedua
Membawa klien ketahapan kesadaran dengan menunjukan bahwa dia sekarang mempertahankan gangguan-gangguan emosionalnya untuk tetap aktif dengan terus menerus berfikir secara tidak logis dan dengan mengulang-ulang dengan kalimat-kalimat yang mengalahkan diri dan mengabadikan masa kanak-kanak, terapi tidak cukup hanya menunjukkan pada klien bahwa klien memiliki proses-proses yang tidak logis.

Langkah ketiga
Berusaha agar klien memperbaiki pikiran-pikirannya dan meninggalkan gagasan-gagasan irasional. Maksudnya adalah agar klien dapat berubah fikiran yang jelek atau negatif dan tidak masuk akal menjadi yang masuk akal.

Langkah keempat
Menantang klien untuk mengembangkan filosofis kehidupanya yang rasional, dan menolak kehidupan yang irasional. Maksudnya adalah mencoba menolak fikiran-fikiran yang tidak logis untuk masuk dalam dirinya.

COntoh Kasus
Jakarta – Mata Elisabeth Diana berkaca-kaca. Ia masih dirubung duka mendalam bila mengingat putrinya, Ade Sara Angelina Suroto. Ia tidak menyangka sang putri lebih dulu meninggal.

“Dia pernah bilang, ‘Mama, kalau Sara, sih, mendingan mati duluan. Karena kalau Mama mati duluan, Sara enggak akan sanggup,” cerita Elisabeth dalam fokus majalah detik edisi 121.

Ade Sara diduga tewas dibunuh oleh mantan pacarnya, Ahmad Imam Al Hafitd, dan kekasihnya, Assyifa Ramadhani. Eli ingat curahan hati putrinya yang ketakutan terhadap Hafitd. Tapi ia tidak menduga Hafitd akan tega mencelakai putrinya. “Anak saya pernah bilang, Hafitd itu mau mencelakai, membunuh,” kata Eli.

Berikut ini wawancara Monique Shintami dari majalah detik dengan Elisabeth Diana dan Suroto di rumahnya, Jalan Layur Blok ABCD RT 07 RW 11 No. 2, Kelurahan Jati, Pulogadung, Jakarta Timur.

Ade Sara meninggal dengan cara menyedihkan. Tapi Anda tampak begitu tegar….

Elisabeth: Saya nangis, saya nanya ke diri saya, “Tuhan, kenapa kok seperti ini? Kenapa Kau izinkan ini terjadi?” Dia pernah bilang begini, “Mama, kalau Sara, sih, mendingan mati duluan. Karena kalau Mama mati duluan, Sara enggak akan sanggup.” Saya bilang begini, “Mama enggak mau, kamu masih punya masa depan panjang, kalau Mama sih enggak.” “Enggak, Sara maunya duluan.” Kita eyel-eyelan.

Saat ini, saya mengenang kata-kata ini. Jujur, saya sedih. Saya enggak nyangka. Waktu saya bilang sama anak saya kayak gitu, ya saya yakin saya maunya duluan. Saya enggak mau anak saya seperti itu.

Sosok Sara seperti apa?

Elisabeth: Anak itu benar-benar pemberi semangat. Kemarin saya bilang dalam hati, “Kalau dulu kerja, saya kerja untuk anak saya. Sekarang saya kerja buat apa?” Anak itu sebagai penyemangat hidup.

Sumber:

http://news.detik.com/lapsus/2534859/orang-tua-ade-sara-sara-pernah-bilang-hafitd-mau-membunuhnya
Atika, I. (2013). Studi kasus penerapan model konseling rational emotif behaviour theraphy (rebt) untuk menangani siswa underachiever pada kelas viii di smp negeri 6 pati. Skripsi.

Lestari, S. (2013). Rational emotive behaviour therapy untuk menangani gangguan depresi. Jurnal sains dan praktik

Nama: Rahmah Ayuningtyas

NPM: 15512921

Kelas: 3PA12

Namapsikologi. Vol. 1 No. 2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s